Di dunia transportasi vertikal, kita selalu diedukasi dengan satu aturan baku saat terjadi keadaan darurat kebakaran: “Jangan gunakan lift, gunakan tangga darurat.” Namun, ada satu pengecualian krusial untuk aturan ini, yaitu Lift Pemadam Kebakaran (Firefighter Elevator).
Berbeda dengan lift penumpang standar atau sekadar lift evakuasi, lift pemadam kebakaran dirancang khusus sebagai armada taktis bagi petugas pemadam kebakaran untuk mencapai lantai titik api dengan cepat, membawa peralatan berat, dan melakukan operasi penyelamatan.
Untuk memenuhi fungsi berat ini, lift kebakaran diatur oleh standar internasional yang sangat ketat, salah satunya adalah EN 81-72 (Aturan keselamatan untuk konstruksi dan instalasi lift pemadam kebakaran). Dari sekian banyak parameter teknis yang disyaratkan ketahanan pintu lantai (landing door) menempati kasta tertinggi dalam hierarki keselamatan.
Mengapa pintu lift begitu krusial? Mari kita bedah lebih detail.
Seperti kita ketahui bahwa salah satu faktor yang dapat menaikkan level / status sebuah gedung adalah sisi design. Design Interior / exterior berpengaruh terhadap pengalaman pengguna di gedung tersebut. Kesan mewah akan tercipta ketika memasuki lobby dan naik ke lantai yang dituju, karena itu design lobby lift juga tidak boleh luput dari perhatian.
Beberapa faktor yang dapat membuat sebuah lobby lift terlihat mewah adalah design nya dan keramaiannya. Sebuah lobby lift yang di design dengan indah akan percuma apabila terdapat banyak orang yang mengantri / memenuhi area tunggu. karena itu perhitungan traffic analisis penting agar flow penumpang dapat dikendalikan.
Diluar dari design, ada beberapa komponen lift yang perlu kita tau sebelum merancang design lobby.
Landing door; Landing door merupakan pintu yang berada pada sisi lobby, seperti kita ketahui bahwa lift memiliki pintu 2 lapis, dimana kedua pintu digerakkan oleh door motor yang berada pada sangkar. Hal ini memastikan pintu hanya terbuka ketika sangkar sudah berada pada zona landing. Untuk meberi kesan yang mewah sebaiknya lift penumpang menggunaan bukaaan tengah (Center opening), tinggi pintu juga dapat meberikan efek dramatis, dimana Pillar Elevator menggunakan tinggi pintu 2.300mm (rata rata 2.100 mm) untuk lift penumpang nya.
Bingkai / Jamb dari pintu tersebut juga dapat meberikan efek lebih luas. Ada 2 opsi jamb, yaitu Narrow Jamb (5cm) dan Wide Jamb (sesuai tebal dinding). Fungsi dari Jamb adalah batasan antara landing door dan interior gedung. Narrow jamb yang lebih tipis / simple dapat diombinasikan dengan finishing material lain diluar stainless steel. Sedangkan Wide jamb akan menutupi seluruh tebal dinding sehingga mencegah kerusakan pada finishing sipil di sekitar pintu lift. Manakah yang lebih baik? tentu saja tergantung fungsinya, keduanya memiliki keunggulan dan kekurangan masing masing
Transom merupakan kepanjangan dari jamb kearah atas. Salah satu fungsi dari transom adalah menyambungkan Hall indicator / Hall lantern kedalam finishing pintu. Transom sendiri libih banyak digunakan di lantai utama, untuk lantai typical biasanya hanya digunakan narrow jamb / wide jamb
Hall Indicator & Hall Lantern; Keduanya berfungsi untuk menginformasikan arah lift untuk orang yang menunggu. Apakah naik atau turun sehingga penumpang tidak harus bertanya kepada orang didalam lift. Kadang lantai utama tidak selalu berada dipaling bawah. Perbedaan Hall indikator dan hall lantern adalah informasi lebih mengenai posisi lift. Hall indikator memiliki dot matrix yang menunjukkan posisi lift saat ini.
Call button dipakai untuk memanggil lift ke lantai tersebut. Untuk lift dengan destination system kadang tidak diperlukan call button karena lift akan langsung berhenti pada lantai yang memanggil. Tetapi mengapa terkadang masih ada? salah satu fungsi dari call button adalah menahan / membuka pintu lift apabila waktu bukaan pintu sudah selesai.
Masih ada beberapa komponen yang terdapat / dipasang pada lobby lift. Beberapa wajib, beberapa lainnya opsional seperti Fireman Swich (Wajib), Floor indikator (dipasang pada tembok / jamb) yang dapat menunjukkan posisi lift saat pintu terbuka.
Sekarang ini banyak finishing lobby lift yang di kerjakan oleh team interior, hal ini memberikan banyak opsi untuk owner untuk menggunakan material & design yang lebih bebas dibandingkan menggunakan bawaan lift. Apakah ada lobby lift yang unik / berkesan? Comment dibawah.
Seperti kita ketahui bahwa rata rata finishing car / sangkar lift pada umumnya menggunakan Stainless steel hairline. Dengan bahan Stainless steel yang di finishing hairlilne. dimana terdapat guratan guratan halus yang menambahkan kesan estetik. Opsi lainnya adalah stainless steel mirror.
Setiap finishing memiliki keunggulan dan kekuranganya masing masing, sebagai contohnya finishing mirror walaupun tampak cantik diawal, akan berubah menjadi guratan guratan yang menyebalkan di kemudian harinya. Karena itu finishing hairline dianggap sebagai solusi yang praktis untuk gedung publik.
Selain finishing, bahan / material stainless steel juga berpengaruh secara jang panjang. Material stainless steel yang sering digunakan adalah 304 dimana bersifat tidak korosif dibandingkan dengan material 201. Tebal yang digunakan juga mempengaruhi kekuatan dari panel dinding / pintu yang digunakan, tebal 1,2 mm merupakan ukuran yang ideal untuk kekuatan dinding sangkar dan pintu.
/Di berbagai lokasi industri, ruko, toko, maupun proyek konstruksi, kita sering menjumpai lift barang yang dirakit menggunakan chain hoist (katrol rantai). Secara kasat mata, alat ini memang efektif dan murah untuk memindahkan barang dari satu lantai ke lantai lain. Sayangnya, karena alasan kepraktisan atau rasa malas naik tangga, tidak jarang pekerja atau bahkan pengguna gedung ikut “numpang” di dalam lift barang tersebut. Padahal, praktik ini sangat mematikan!
Blog elevatorescalator.id kali ini akan membedah secara teknis mengapa lift barang bermesin chain hoist rakitan ditujukan murni untuk barang dan haram hukumnya dinaiki manusia. Mari kita komparasikan komponen safety-nya dengan lift penumpang!
Berikut alasannya:
1. Ketiadaan Komponen Safety Gear (Rem Otomatis) Pada lift penumpang standar, terdapat fitur wajib bernama Safety Gear (rem pengaman) mekanis yang terpasang di bawah sangkar lift. Jika kabel putus atau lift meluncur melebihi kecepatan wajar, safety gear akan langsung mencengkeram rel dan menahan sangkar lift agar tidak terjatuh bebas (free fall). Sebaliknya, lift barang chain hoist rakitan umumnya hanya bergantung pada satu rantai utama tanpa ada rem darurat tambahan di rel. Jika rantai tersebut putus, tidak ada satupun komponen mekanis yang bisa mencegah sangkar dari jatuh bebas membentur dasar pit.
Sekarang ini merupakan jaman Ai dimana hampir semua unit / equipment di claim menggunakan Ai. Tetapi sebelum berbicara Ai sebaiknya kita bicara mengenai konektifitas, terutama konektifitas lift. Saat ini di Indonesia banyak Lift dipasang tanpa terhubung ke control yang centralize. Beberapa gedung besar yang mempunyai BMS sering kali menghubungkanya dengan sistem BMS lokal. Adakalanya hanya menggunakan supervisory panel.
Walaupun terlihat canggih dalam memonitoring pergerakan lift, sistem ini hanya memonitoring saja. Sistem BMS & Supervisory panel hanya mengambil data pergerakan lift, dan status lift saat itu. Sebenarnya beberapa merk lift sudah memiliki feature yang bisa menghubungkan antara monotoring lift ke internet untuk dianalisa datanya. Merk seperti Kone 27/7, Schindler Ahead, dan Otis One menghubungkan data lift secara real time untuk meberikan masukan mengenai kemungkinan kerusakan dan optimalisasi traffic.
Sebelumnya saya pernah membahas mengenai traffic analysis 10 tahun lalu, dimana pada saat itu kita memerlukan hitungan manual untuk menentukan 5 Min Handling Capacity dan Average waiting time. Kali ini karena kecanggihan AI maka saya buatkan form yang dapat di isi sendiri tanpa harus menghitung satu satu.
Perhitungan traffic analysis kali ini menggunkan EN81-20 dimana kapasitas dihitung dengan 75Kg / person. Saya juga siapkan beberapa pilihan kecepatan mulai dari 1mpm sampai 4 (kalau perlu). Sebagai sebuah perbandingan dihitung juga apabila menggunakan Destination Control System (DCS) yang mengurangi jumlah stop dalam satu Round Trip Time (RRT).
Jika ditanya apa saja perubahan dari 10 tahun yang lalu maka lebih baik jika kita merujuk pada peraturan yang mengatur mengenai Elevator. Untuk di indonesia sendiri peraturan mengenai elevator menggunakan SNI 81-20:2020 yang mulai diterapkan di tahun 2024. Apa saja isi dari SNI 81-20:2020? dokumen lengkap nya bisa di download di akun portal BSN sendiri. Tentu saja berbayar 🙂
Apabila ditanya apa saja perubahan dari sebelumnya, maka secara garis besarnya bisa dijelaskan sebagai berikut:
Sensor pintu menggunakan Light Curtain menggantikan safety edge mekanis yang harus terkena dulu baru membuat pintu terbuka lagi. Light curtain dinilai lebih sensitif sehingga dapat mendeteksi benda yang kecil seperti jari. Selain itu light curtain / multibeam lebih ramah terhadap “perut” dimana tidak memerlukan sentuhan untuk mendeteksi halangan
Memang blog ini sudah tidak aktif cukup lama, mungkin alasanya karena kesibukan dan penggantian topik ke bidang HVAC. Untuk aliran HVAC bisa tetap membaca mehvac.wordpress.com tetapi mungkin dengan sedikit update.
Apakah ada perbedaan dalam membahas HVAC dan Elevator? Mungkin dari sisi equipment past berbeda, tetapi dari sisi komunitas dan bidang ME keduanya saling berkaitan sebagai solusi sebuah gedung yang baik.
Mengapa kembali menulis mengenai Elevator? Karena satu dan lain hal fokus pekerjaan berpindah kembali ke elevator, jadi mari kita belajar lagi apakah ada yang beda antara elevator sekarang dan 10 tahun lalu.
Jadi kita tunggu hal apa saja yang baru mengenai elevator.
Sudah lama saya tidak menulis di blog ini, kemana saja? Jawabannya adalah mengembangkan blog yang lainnya. 🙂
Mungkin diantara pembaca ada yang sedang membangin gedung / fasilitas umum yang membutuhkan Chiller. Atau hanya ingin mendapatkan informasi lebih dalam mengenai sistem chiller. Datang dan suscribe blog terbaru yaitu chillerstory.wordpress.com
Kedepannya saya ingin menulis lebih banyak di blog elevetor escalator ini, tetapi karena kurang update (kudet) maka akan dibuka kesempatan bagi teman teman untuk menulis di sini.
Sampaikan aspirasi / teknologi terbaru mengenai elevator & escalator melalui titian.pramudya@yahoo.co.id atau wa saya di 081386328426
Apabila anda ingin tahu lebih banyak mengenai AC,Ventilasi dan sistem refeigerasi lainnya, silahkan klik disini. Atau pergi ke https://mehvac.wordpress.com