Seperti kita ketahui bahwa salah satu faktor yang dapat menaikkan level / status sebuah gedung adalah sisi design. Design Interior / exterior berpengaruh terhadap pengalaman pengguna di gedung tersebut. Kesan mewah akan tercipta ketika memasuki lobby dan naik ke lantai yang dituju, karena itu design lobby lift juga tidak boleh luput dari perhatian.

Beberapa faktor yang dapat membuat sebuah lobby lift terlihat mewah adalah design nya dan keramaiannya. Sebuah lobby lift yang di design dengan indah akan percuma apabila terdapat banyak orang yang mengantri / memenuhi area tunggu. karena itu perhitungan traffic analisis penting agar flow penumpang dapat dikendalikan.
Diluar dari design, ada beberapa komponen lift yang perlu kita tau sebelum merancang design lobby.
Landing door; Landing door merupakan pintu yang berada pada sisi lobby, seperti kita ketahui bahwa lift memiliki pintu 2 lapis, dimana kedua pintu digerakkan oleh door motor yang berada pada sangkar. Hal ini memastikan pintu hanya terbuka ketika sangkar sudah berada pada zona landing. Untuk meberi kesan yang mewah sebaiknya lift penumpang menggunaan bukaaan tengah (Center opening), tinggi pintu juga dapat meberikan efek dramatis, dimana Pillar Elevator menggunakan tinggi pintu 2.300mm (rata rata 2.100 mm) untuk lift penumpang nya.

Bingkai / Jamb dari pintu tersebut juga dapat meberikan efek lebih luas. Ada 2 opsi jamb, yaitu Narrow Jamb (5cm) dan Wide Jamb (sesuai tebal dinding). Fungsi dari Jamb adalah batasan antara landing door dan interior gedung. Narrow jamb yang lebih tipis / simple dapat diombinasikan dengan finishing material lain diluar stainless steel. Sedangkan Wide jamb akan menutupi seluruh tebal dinding sehingga mencegah kerusakan pada finishing sipil di sekitar pintu lift. Manakah yang lebih baik? tentu saja tergantung fungsinya, keduanya memiliki keunggulan dan kekurangan masing masing
Transom merupakan kepanjangan dari jamb kearah atas. Salah satu fungsi dari transom adalah menyambungkan Hall indicator / Hall lantern kedalam finishing pintu. Transom sendiri libih banyak digunakan di lantai utama, untuk lantai typical biasanya hanya digunakan narrow jamb / wide jamb

Hall Indicator & Hall Lantern; Keduanya berfungsi untuk menginformasikan arah lift untuk orang yang menunggu. Apakah naik atau turun sehingga penumpang tidak harus bertanya kepada orang didalam lift. Kadang lantai utama tidak selalu berada dipaling bawah. Perbedaan Hall indikator dan hall lantern adalah informasi lebih mengenai posisi lift. Hall indikator memiliki dot matrix yang menunjukkan posisi lift saat ini.
Call button dipakai untuk memanggil lift ke lantai tersebut. Untuk lift dengan destination system kadang tidak diperlukan call button karena lift akan langsung berhenti pada lantai yang memanggil. Tetapi mengapa terkadang masih ada? salah satu fungsi dari call button adalah menahan / membuka pintu lift apabila waktu bukaan pintu sudah selesai.
Masih ada beberapa komponen yang terdapat / dipasang pada lobby lift. Beberapa wajib, beberapa lainnya opsional seperti Fireman Swich (Wajib), Floor indikator (dipasang pada tembok / jamb) yang dapat menunjukkan posisi lift saat pintu terbuka.

Sekarang ini banyak finishing lobby lift yang di kerjakan oleh team interior, hal ini memberikan banyak opsi untuk owner untuk menggunakan material & design yang lebih bebas dibandingkan menggunakan bawaan lift. Apakah ada lobby lift yang unik / berkesan? Comment dibawah.
Titian Pramudya