Kalau kita berbicara mengenai desain lift (traction elevator), tidak akan terlepas dari 3 unsur: Car / kereta – Counterweight – dan Rope / tali. Kali ini kita akan membahas mengenai tipe roping pada elevator.
Pada awalnya elevator sendiri tidak menggunakan counterweight, tetapi untuk mengurangi beban motor penggerak, maka digunakan counterwight yang akan meniadakan / meng-eliminasi berat dari car dan 50% dari kapasitas penumpangnya.
Dengan menggunakan sistem roping 1:1, maka setiap pergeseran roping 1m akan menyebabkan pergerakan car 1 m pula. Dan beban yang digerakan adalah selisih berat CW dan Car. Tipe roping seperti ini masih digunakan untuk lift kecepatan tinggi dan gedung yang tinggi.
Sedangkan roping 2:1 akan memerlukan pergeseran roping 2 m untuk menggerakan car 1 m. Tetapi beban yang digunakan 1/2 nya dari selisih CW dan Car. Roping 2:1 banyak digunakan pada lift MRL dimana memerlukan mesin yang kecil, KW yang kecil dan kecepatan yang rendah.
Keunggulan dari 2:1 roping, yaitu:
– Lebih Hemat energi (karena hanya menggunakan 1/2 daya dari roping 1:1)
Sedangkan kekurangannya adalah:
– Untuk kecepatan yang sama memerlukan mesin yang 2 kali lebih cepat.
– Komponen Roping & Sheve yang digunakan lebih banyak.
– Dengan roping yang lebih panjang, maka pemuaian rope akan memiliki effek yang lebih besar.
Jika dilihat Pro dan Con nya, maka tidak heran roping 1:1 masih umum digunakan, dan roping 2:1 digunakan pada keadaan khusus.
Titian Pramudya

Tinggalkan Balasan