Selama ini ketinggian sebuah gedung masih dibatasi oleh beberapa faktor : Struktur gedung, Nilai Ekonomi, dan Teknologi lift. Seperti kita ketahui bahwa semakin tinggi gedung, maka semakin banyak “masalah” yang dapat timbul, terutama dalam mendesain sebuah lift.
Seperti yang kita ketahui bahwa rope sebuah lift masa kini masih menggunakan teknologi yang hampir sama dengan 30 tahun sebelumnya. Walaupun perkembangan motor dan control sudah sangat maju, tetapi desain rope yang standart terus menghambat kemampuan lift itu sendiri.
Baru baru ini , salah satu produsen lift “membocorkan” informasi bahwa mereka telah menyempurnakan desain rope dengan menggunakan carbon fiber. Dimana dengan material yang tangguh dan ringan ini dapat di desain lift dengan jarak tempuh sampai 1000m , dimana teknologi saat ini baru sampai 500m. Dengan teknologi carbon fiber, maka beban dari rope dan compensating rope dapat di kurangi. Hal ini membuat lift tersebut lebih efisien.
Sebagai gambaran, untuk mengangkut 24 orang (1600kg) diperlukan moving part seberat 27000 kg (hampir 17x nya). Dengan material rope yang baru, diperkirakan akan mengurangi 15% energi konsumsi, 60% gesekan, dan daya tahan rope 2x lebih lama. Hal ini memungkinkan untuk mendesain lift lebih tinggi dari 500m (sampai 1000m).
Karena itu dimasa mendatang mingkin akan lebih banyak lagi gedung dengan tinggi lebih dari 500m
Titian Pramudya
Wah ini pasti teknologi yang dipakai Gentu sama Tiga ratus tiga puluh ape ya….. yang awalnya dipakai untuk MRL kini dikembangkan untuk lift high speed kayak gini…… moga2 cepat masuk ke Indonesia.
Mr Reza, memang sepertinya pengembangan dari belt roping.. tapi dari karbon..
Masuk indonesia mungkin di 111 ….(kalo jadi dibangun…)
emang klo tali biasa dipasang di ketinggian 1 kilometer apa yang akan terjadi?
Beratnya bro, lebih berat daripada lift nya sendiri…